05 December 2011

Nasihat Imam Muhammad Al-Baqir


Imam Muhammad Al-baqir :
Beliau merupakan salah seorang imam yang hidup di zaman yang bukan zaman Rasullah s.a.w, namun jauhnya jarak waktu antara beliau dan Rasulullah bukan merupakan atasan untuk merasa jauh dengan baginda s.a.w. Diriwayatkan: "Suatu kali Jabir bin Abdullah al-Anshori bertanya kepada Rasulullah s.a.w: Ya Rasulullah, siapakah imam-imam yang dilahirkan oleh Ali bin Abi Thalib? Rasulullah s.a.w menjawab, Al-Hasan dan Al-Husein, junjungan para pemuda ahli surga, kemudian junjungan orang-orang yang sabar pada zamannya, Ali ibn al-Husein, lalu al-Baqir Muhammad bin Alî, yang kelak engkau ketahui kelahirannya, Wahai Jabir. Karena itu, bila engkau nanti bertemu dengannnya, sampaikanlah salamku kepadanya".


(1)Siapa yang tidak mengucapkan ash-shidiq dibelakang nama Abu Bakar,Allah swt tidak akan memberi ucapannya.

(2)Sesungguhnya aku berlepas diri dari orang yang membenci Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab. Seandainya berkuasa, aku akan mendekatkan diri kepada Allah dengan menumpahkan darah orang-orang yang membenci mereka. Demi Allah, sesungguhnya aku mencintai mereka dan senantiasa memohonkan ampun mereka. Tidak seorangpun dari ahli baitku, kecuali ia mencintai mereka.

(3)Tidaklah hati seseorang dimasuki unsur sifat sombong, kecuali akalnya akan berkurang sebanyak unsur kesombongan yang masuk atau bahkan lebih.

(4)Sesungguhnya petir dapat menyambar seorang mukmin atau bukan, tetapi tak akan menyambar orang yang berzikir.

(5)Tidak ada ibadah yang lebih utama daripada menjaga perut dan kemaluan.

(6)Seburuk-buruknya seorang teman ialah yang hanya menemanimu ketika kamu kaya dan meninggalkanmu ketika kamu miskin.

(7)Kenalkanlah rasa kasih sayang dalam hati saudaramu dengan cara memperkenalkannya terlebih dahulu didalam hatimu.

(8)Wahai putraku, hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, tak akan tahan dalam menunaikan kewajiban.”

(9)Jika engkau menginginkan suatu kenikmatan dapat terus engkau nikmati, perbanyaklah mensyukurinya. Jika engkau merasa rezeki lambat datang, perbanyaklah Istighfar. Jika engkau ditimpa kesedihan, perbanyaklah membaca "Laa haulawala quwwata illa billah". Jika engkau takut, ucapkanlah "Hasbunallahu wanikmal wakil". Jika engkau kagum terhadap sesuatu, ucapkanlah "Masya Allah, Laa haulawala quwwata illa billah". Jika engkau dikhianati, bacalah "wa ufawwidu amri ilallah innallaha bashirun bil ibaad ".Jika engkau ditimpa kesulitan, ucapkanlah "Laa ila ha illa anta subhanaka inni kuntu minazzolimin"

(10)Keseimbangan Taubat dan Ibadah akan menimbulkan perilaku yang baik yang mendapat Ridho dari Allah swt. Sebab dengan Taubat, kita akan menyedari akan semua kesalahan yang pernah kita lakukan, dan dengan Taubat pula dapat meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah swt. ” Sesuai sabda Rasulullah saw : “ Apabila Allah swt menghendaki seseorang menjadi baik, maka dia membuatnya menyedari akan kesalahan-kesalahannya.” ( Imam Ja’far Shodiq )

Tazkirah oleh Ustazah Fatimah As-seggaf.Moga Allah sentiasa meRahmati Beliau.Ameen.

9 Muharram 1433

No comments: